Postingan

SATU bulan lagi

Assalamu'alaykum, lagi. Kembali saya hendak membuat post mengenai sesuatu yang terbolak-balik entah bagaimana caranya. Hanya Allah, Maha Pembolak-balik hati, yang tahu. Sudah hampir 1 tahun kami bersama. Lewati masa-masa indah dan kelam dalam satu genggaman tangan. Tertawa bersama, marah, dan menangis pun bersama. Berbagai journey dan konflik ada dalam catatan harian kami. Personal maupun kelompok, semuanya ada. Rasa kecewa dan bahagia menghiasi bingkai rantai persahabatan kami. Saling olok, saling "benci" tertoreh dalam masa remaja kami. Di sebuah kelas bertegel putih bercorak jingga, tirai jendela jingga, loker cokelat gelap, papan tulis, dan 24 meja dan kursi yang tersusun semi-rapi. Itulah kami, 8A.

Elmo Girl

Gambar
Assalamu'alaykum ..., Azka mau orek-orek cerita fiksi nih. Boleh ya? Sekalian nye- pam . >_< ---------------------------- Sore yang cerah di Stasium Tugu, Yogyakarta. Aku tengah menunggu kereta Madiun Jaya jurusan Solo bersama ibu dan adikku yang akan berangkat pukul 18.30, sementara ini masih sekitar pukul 17.30. Kami harus menunggu satu jam lamanya. Sambil menunggu, kubaca kumcer yang kubawa. Buku setebal mungkin 400 halaman itu belum juga selesai kubaca setelah sehari sebelumnya kubaca beberapa cerita.

Belajar Bahasa Arab

Gambar
Assalamu'alaykuum... ------------------------------- Just sharing ^^ Hari Kamis lalu, aku masih di kelas bersama beberapa temanku, tapi akunya mainan sendiri. Kelasnya seepii aja, kebanyakan pada pulang karena udah enggak ada jadwal remidiasi atau mungkin bosan di kelas kali' ya? Padahal waktu itu hujan dan kelas adeeem aja. Nah, wali kelasku ada di kelas, lagi ngerjain rapor para murid yang asyik sendiri. Nggak ada yang kepo deh, soalnya pada asyik sendiri - perasaan tadi udah ditulis. Nah, mungkin karena melihat nilai bahasa Arab-ku yang grrrrrrrr , alhamdulillah sih, wali kelasku manggil aku dan berniat untuk ngajak percakapan bahasa Arab. Dueng weng weng ... (u,u) parah. Pelajaran kelas yang mengartikan aja masih tanya-tanya, eh malah diajak percakapan. Katanya kalau bisa nilainya mau ditambah. Habis itu wali kelasku ngomongnya pakai bahasa Arab beneran lagi - ya iyalah! Okelah, sanggupi aja. Akhirnya wali kelasku mempersilakanku untuk bercerita apa saja menggunakan ...

Melupakan tapi Mencari

Gambar
Assalamu 'alaikum ... Azka lagi dalam keadaan yang aneh, deh. :/ Jadi Azka kenal tau seseorang. Nah, awalnya sih biasa-biasa saja. Tapi lama-lama jadi agak gimana gitu gara-gara agak mengusik. Jadi Azka berniat untuk melupakannya. Azka kira dengan cara menjauh, maka Azka akan lupa dan menjadi tenang kembali. Nyatanya tidak. Allah belum mengizinkan Azka untuk menjauh darinya. Jadi malah keingetan terus. Karena perasaan yang semakin lama semakin enggak enak, akhirnya Azka cerita ke salah satu sahabat. Alhamdulillah udah agak lega. Akhirnya mulai dari saat itu juga Azka mencoba untuk melupakan orang tersebut, dengan berbagai usaha. Tapi ya Azka-nya aneh banget, deh. (._.) Udah tau orang itu bisa ditemukan di dunia maya, eh malah buka internet, jejaring sosial. Dan dengan perasaan yang kesal, Azka menemukan nama, nama, nama, dan nama orang itu terus. Ya Allah ... Tapi yang lebih aneh lagi, Azka itu malah nyariin orang itu. Entah kenapa. Pengen ngelupain malah nyariin. Aneh ...

Peduli

Kesal, itu yang kurasakan saat mereka sibuk sendiri. Bahkan mereka tidak menanyakakabarku, keadaanku, atau yang lainnya. Semuanya sia-sia kukerjakan untuk mereka. Tulisan "Aku Sayang Kalian" di ruang keluarga itu sudah menguning. Tak ada yang bertanya siapa pembuatnya. Gambar yang berisi aku, kakak, ibu, dan ayahku itu sudah menumpuk di meja kerja ibuku yang paling bawah. Kartu ucapan selamat ulang tahun yang kuberikan untuk kakakku itu juga diabaikannya. Setiap pulang sekolah, rasanya aku ingin menginap saja di rumah teman. Aku pernah menginap satu kali di rumah Airin, dan keluarganya memperdulikanku. Dan setiap kulangkahkan kakiku menuruni bus, aku ingin berpaling arah dan menuju taman kota untuk menghabiskan sore di sana. Di sana lebih menyenangkan, banyak orang tak kukenal yang menyapaku walau hanya sekedar bercanda.  Setiap sarapan atau makan malam, aku sendirian. Memulai sendiri, mengakhiri sendiri. Aku sudah membangunkan mereka, tapi mereka tak peduli s...

When We were in Pare

Assalamu 'alaikum ... Kembali lagi. Kali ini aku mau cerita pengalamanku tentang ke Pare (14-21 Mei 2013). Itu adalah program sekolah. Aku bersemangat banget waktu tanggalnya dimajuin, dari 18 Mei jadi 14 Mei. Tanggal 13 Mei dan hari-hari sebelumnya aku sudah persiapan. Tas ransel besar dan tas tenteng kecil. Walaupun kelihatannya cuma bawa baju-baju yang biasanya enteng, kali ini berat. Karena bawa beberapa baju dan peralatan sehari-hari lain. Program ke Pare ini untuk memperdalam bahasa Inggris. Di Pare banyak banget program kursus bahasa Inggris! Di Pare, aku dan sebagian temanku dari kelas lain dan kakak kelas menginap di Pak Katipan House. Di sana ada 4 kamar dengan muatan 4-6 orang. Aku satu kamar dengan Erina, Farrasa, Mbak Nida, dan Mbak Etin. Di kamar paling pojok belakang. Yaaa, dapatnya juga yang itu. Asramaku sangat tradisional. Tidak ada kipas angin dan TV. Hanya pemilik asrama - yang rumahnya juga dekat dengan asrama kami - yang memiliki kedua benda tersebut...

Elektronika

Gambar
Assalamu 'alaikum ... Kali ini aku mau ceritain tentang pengalamanku kemarin (Kamis, 21 Feb 2013). Hmmm, sesuai judulu - Elektronika - aku mau cerita tentang pengalamanku saat mempelajari Elektronika. Di sekolahku ada pelajaran Elektronika. Asyik loh, pelajarannya. Awalnya sih cuma nyatet tantang penemu atom, aliran listrik, dan semacamnya. Sampai Pak Wisnu - guru elektronika - ngajak praktek bikin lampu flip-flop. Itu nanti solder-menyolder. Kalau menyolder kan harus ada yang megangin. Nah, berhubung lab sekolah belum punya alat untuk megangi PCB, dibikin kelompok deh. Aku kelompok sama Jihan. Dimulai deh ke lab. (Sebenernya udah terjadi beberapa minggu yang lalu. Kemarin baru selesai bikin). Pertama, kita pasang resistor : Dipasang deh ke PCB-nya : Terus, kita pasang kondensator ... : Disolder deh ... Karena belum tau cara nyolder, kita tanya Pak Wisnu. Pak Wisnu kasih contohnya pakai punyaku. Pak Wisnu solder deh kakinya kondensator. Yah, selesai...